SPPG Soal Keluhan Menu MBG, Babinsa Koramil 11 Pebayuran Pastikan Program Tetap Diawasi

Kabupaten Bekasi – Menanggapi aksi protes sejumlah emak-emak di Taman Pelangi, Kecamatan Pebayuran, terkait kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG), pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pebayuran memberikan klarifikasi dan memastikan program tersebut tetap berjalan sesuai standar gizi.

Kepala Dapur SPPG 01 Kelurahan Kertasari, Miko, menjelaskan bahwa setiap menu MBG telah melalui perhitungan kandungan gizi oleh tenaga ahli sebelum didistribusikan kepada para siswa, termasuk selama bulan Ramadan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, untuk hari ini Kamis (12/3/2026), distribusi MBG dari Dapur 01 SPPG Kertasari dilaksanakan sejak pukul 08.00 WIB dengan menu snack untuk siswa berupa donat, ayam katsu dengan saus sachet, kurma, dan buah jeruk. Sementara untuk posyandu balita disiapkan roti tawar, abon, jeruk, serta susu full cream.

Adapun bagi ibu hamil dan ibu menyusui diberikan roti tawar, abon, buah naga, susu, telur rebus, dan kurma.

“Menu yang kami siapkan sudah dihitung secara menyeluruh oleh ahli gizi agar tetap memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak, meskipun selama Ramadan disajikan dalam bentuk menu kering,” ujar Miko.

Dapur 01 SPPG Kertasari sendiri menyalurkan sebanyak 2.446 porsi untuk siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA di wilayah Pebayuran. Selain itu, program ini juga menjangkau 419 penerima dari posyandu, termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Sementara itu, Dapur 02 MBG Kertasari yang dipimpin Zuan Willy juga menyalurkan bantuan makanan bergizi kepada ribuan penerima lainnya. Menu yang diberikan kepada siswa di antaranya dimsum, madu, keripik tempe, dan buah jeruk.

Sedangkan paket untuk posyandu meliputi dimsum, bolu abon, buah jeruk, susu, kurma, dan roti pandan.

Dapur 02 mencatat distribusi mencapai 2.328 porsi untuk siswa dari sejumlah sekolah, termasuk SMPN 1 Pebayuran, serta 597 penerima dari posyandu di beberapa wilayah Mawar.

Kepala Dapur SPPG 02 Kertasari, Zuan Willy, menegaskan bahwa seluruh proses penyediaan makanan dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan dan kualitas bahan.

“Kami memastikan bahan makanan yang digunakan layak konsumsi dan proses pengolahan dilakukan secara higienis. Jika ada masukan dari masyarakat, tentu akan kami jadikan bahan evaluasi agar program MBG semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Danramil 11/Pebayuran Kapten Inf Sutikno menyampaikan bahwa pihaknya turut memantau jalannya program MBG di wilayah Pebayuran agar pelaksanaannya berjalan tertib dan tepat sasaran.

Menurutnya, program MBG merupakan salah satu program pemerintah yang sangat baik untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak sekolah maupun masyarakat, sehingga perlu didukung bersama oleh semua pihak.

“Kami dari Koramil Pebayuran terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

Jika ada masukan atau keluhan dari masyarakat tentu akan menjadi bahan evaluasi bersama agar pelaksanaan program MBG ke depan semakin baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak,” ujar Kapten Inf Sutikno.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga komunikasi yang baik dengan pihak penyelenggara program, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan evaluasi bersama.

Dengan adanya klarifikasi dan pengawasan dari berbagai pihak, diharapkan program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Pebayuran dapat terus berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi kesehatan serta pemenuhan gizi generasi muda.

(Pendim 0509 Kabupaten Bekasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *